Wednesday, 13 August 2014

Open Application CUT & RE-MIX FKY 26

Pameran senirupa CUT & RE-MIX di Jogja Gallery, 2-9 September 2014, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Kesenian Yogyakarta ke-26 (FKY 26). Akan dipamerkan 40 karya perupa muda hasil seleksi dan 10 karya perupa undangan. 

Cut (potong), Re-Mix (pencampuran kembali) merupakan tema pameran yang berangkat dari gejala budaya penciptaan sistem dan struktur tanda sekarang. Ini terutama  terlihat pada fenomena praktik kreativitas berbahasa, praktik merangkai benda-benda, imej, bunyi, dan berbagai fenomena tanda sosial dan kultural lainnya. Bahkan pada praktik penemuan ide atau gagasan pun tak lepas dari fenomena 'cut and re-mix' ini. Hasil kebudayaan bukan sekadar hasil dari tindakan 'cut' dan 'mix' semata, namun juga menyertakan pemaknaan aktif manusia, dalam praktik penggambungan kembali (re-mixed) berbagai tanda menjadi aransemen atau komposisi baru.

“Cut n Re-Mix” represents the theme of the exhibition that starts up from the symptoms encountered in the on-going cultural creation system and structural signs. This can be seen especially in the creative language practices phenomena, as well as in the practices of arranging objects, images, sounds and other various social and cultural marks. Even in practice, the creation idea or concept cannot be separated from this “cut and re-mix” phenomenon. This cultural production cannot be simplified solely as being the ‘cut’ and ‘mix’ action results, but it is also a process that defines and integrates people as active human beings in the context of re-mixing various signs practices that can eventually lead to new arrangements and combinations. 


Kebudayaan bukanlah sebuah praktik yang statis dan stabil, namun Ia selalu dalam proses dinamis dan mengalami berbagai transformasi baru. Dengan demikian, budaya modern, di Nusantara, dengan segala pengaruh perkembangan media dan perubahan teknologi juga merupakan transformasi dari berbagai tradisi. Dari abstraksi ini, muncul pertanyaan, apa yang bisa di - 'cut & re-mix' dari berbagai fenomena transformasi budaya? Inilah hal yang kami sodorkan pada peserta untuk dieksplorasi, sesuai dengan latar belakang dan kecenderungan bidang dan teknik yang saat ini dikerjakan.

Culture does not incorporate practices that are static or stable, but it is rather a continuous dynamic process that is always experiencing new kinds of transformations. Therefore, the modern culture, in the archipelago, with all the influences from the rising media and changes in technology represents a kind of transformation of the various traditions as well. From this point comes the question – what can be ‘cut and mixed’ from the range of phenomena that has transformed the culture? This is the challenge that we put forward to the participants in order to be explored in accordance with the background, the field and the technical trends that are currently carried out. 

Dengan tajuk umum ‘do-dolan’, pameran seni rupa FKY 'cut and re-mix' ini juga mengharapkan peserta bisa 'dolan' (Bahasa Indonesia: jalan-jalan) ke sejumlah referensi, ke berbagai pustaka, narasumber hingga berbagai jenis pengalaman nyata. Peserta bisa memuncukan topik apa saja yang dianggap relevan, penting, menarik untuk dikemukakan. Tidak ada batasan tema dalam pameran ini. 'cut and re-mix' ini lebih merupakan strategi pengungkapan atau ekspresi yang memungkinkan peserta untuk memotong;mengiris suatu fenomena yang dianggap menarik, dan menghadirkannya kembali dengan aransemen dan komposisi baru. 

With the slogan “Do-dolan” of the FKY art exhibition, the “Cut n Remix” theme wishes as well that the participants will ‘dolan’ (Indonesian Language: take a walk) to a number of references, from multiple libraries, as a resource to a wide variety of real experiences. Participants can show any topic that is relevant, important and interesting to put forth. There are no restrictions in this exhibition theme. ‘Cut and Remix’ is seen more as a disclosure or expression strategy that allows the participants to cut; slicing the phenomenon considered to be attractive, and present it with new compositions and arrangements. 

Peserta diharapkan tidak terjebak pada pesan yang banal, namun lebih berani mengungkapkan kekhasan sudut pandang, yang berbeda dengan pesan arus besar (mainstream). Tujuan pameran ini adalah memperlihatkan berbagai persektif baru dalam memandang kebudayaan sebagai sebuah praktik penandaan. Pameran seni rupa FKY 2014 kali ini berada ditengah masa peralihan pasca pemilu. ''cut and re-mix' dapat diartikan sebagai sikap dan isyarat filosofis para perupa muda (paperu) untuk mengaransemen dan membangun komposisi makna baru, atas kehidupannya,  dengan bahasa ironi, hingga bahasa parodi.

Participants are expected to not get stuck in the usual banalities, and rather to have more courage to reveal the idiosyncrasies of the different points of view which are in opposition with the mainstream current. The purpose of this exhibition is to show a wide range of new perspectives on looking at culture - as being a significant practice. The 2014 FKY art exhibition stands in the middle of the post-election transition. ‘Cut and Remix’ can be defined as an attitude and philosophical gesture among young artists (paperu) that can arrange and construct different forms of composition, using ironic language and parody. 

Persaratan Seleksi:
1. Perupa muda berusia 18 - 35 tahun

2. Karya merupakan karya seni 2D (dua dimensi) ukuran maksimal 2mx 2m, karya 3D (tiga dimensi) atau karya instalasi dengan ukuran maksimal 2m x 3m x 2m. Media bebas.

3. Karya yang diajukan bisa dari hasil karya individu, kolaborasi atau project

4. Karya bisa berupa karya lama dengan ketentuan merupakan hasil karya 1 tahun terakhir (2013 - 2014) dan sesuai dengan tema pameran. Diprioritaskan karya baru yang merespon tema.

5. Peserta mengirimkan hasil karya untuk proses seleksi berupa:
- Foto Karya
(dalam bentuk file JPEG atau TIFF, ukuran file minimal 1 MB, resolusi minimal 300 dpi)
- Detail karya dan konsep singkat karya
(dalam bentuk editable file dengan format MSwords atau RTF, maksimal 100 kata. Detail karya meliputi: judul, media, ukuran, tahun pembuatan)
- Biodata/ CV perupa
(dalam bentuk editable file dengan format MSwords atau RTF. Biodata meliputi: nama lengkap, alamat email, alamat tinggal/ studio, nomor telepon dan CV 2 tahun terakhir)
- Pengiriman Aplikasi
File di gabung dalam 1 folder zip, diberi nama sesuai dengan nama perupa, kirim ke alamat email: cutremix.fky26@gmail.com,  sebelum tanggal 19 Agustus 2014

6. Proses dan hasil seleksi adalah kewenangan penuh tim kepanitiaan pameran yang terdiri dari narasumber dan direktur artistik. Keputusan tidak dapat diganggu gugat.

7. Hasil seleksi akan diumumkan pada tanggal 22 Agustus 2014 melalui blog ini dan website www.infofky.com dan akun resmi media sosial FKY.

8. Peserta yang lolos seleksi diminta untuk mengumpulkan karya yang akan dipamerkan. Karya dikumpulkan langsung di Jogja Gallery pada tanggal 28 - 29 Agustus 2014. 

Jika ada permintaan perlakukan khusus untuk display karya, silahkan dikoordinasikan langsung dengan koordinator/ contact person pameran pada saat pengumpulan karya

9. Display karya di ruang pameran akan dilaksanakan oleh tim display dari kepanitiaan FKY pada tanggal 30 - 31 Agustus 2014, dan membuka kemungkinan bagi para peserta pameran untuk turut serta dalam proses display karya.

10. Pameran akan diselenggarakan di Jogja Gallery pada tanggal 2-9 September 2014. Pembukaan tanggal 2 September 2014.

Contact Person

Alex tmt 081317829066
Hanif Zuhana 081578522303
Arif 085729036110


Anom Sugiswoto at CUT & RE-MIX FKY 26

Pameran senirupa CUT & RE-MIX di Jogja Gallery, 2 - 9 September 2014, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Kesenian Yogyakarta ke-26 (FKY 26). Selain akan memamerkan 40 karya seniman muda hasil seleksi, juga akan menampilkan 10 karya seniman undangan. Berikut profil salah satu seniman undangan. 
Anom lahir pada tahun 1985. Ia kuliah di Jurusan Komunikasi UPN Yogyakarta pada tahun 2003. Perkenalannya dengan fotografi melalui majalah skateboard dan mulai belajar teknik fotografi yang Ia dapatkan pada mata kuliah Fotografi Dasar selama satu semester di UPN dan dua semester di Modern School Of Design. Meski Ia mulai memotret saat aktif di komunitas skateboard di Indonesia. Melalui komunitas ini pula Ia mengenal dunia musik hardcore, dimana Ia kemudian lebih aktif memotret tiap pertunjukan yang diadakan oleh komunitas-komunitas musik indie di Yogyakarta dan kota-kota lainnya.

Setahun lalu Anom memamerkan karya-karya fotografinya di Kedai Kebun Forum (KKF) Yogyakarta. YOU NEED MORE FANS WE NEED MORE STAGES. Berikut adalah catatan Wok The Rock (kurator) tentang pameran ini, yang dipublikasikan di www.kedaikebun.com
YOU NEED MORE FANS, WE NEED MORE STAGES - 
A Photo Exhibition by Anom Sugiswoto - Curated by Wok The Rock and Mixtape by Uma Guma

The practice of photographing musical performances, especially in the hardcore punk music community, and other types of indie music in Indonesia had undue influence straight out of a magazine or a zine from the West. In the tradition of the zine, there is a special section, the ‘ report ‘ gig or musical event reportage. Reports or reports that text accompanied by photo documentation of which there is sometimes no less. Usually arranged at random and overlapping the collage-style. This is an inspiring musical event to photograph. In addition to publication of the zine is also just for safekeeping or watched the busy places to hang out.

The number of people taking more and more in line with the emergence of digital pocket camera with reasonable price and features a camera in a mobile phone. In addition, photography has become part of the lifestyle of creative young people. Some people learn better in photography, both self-taught, courses to the College on the bench.

With the internet, the rite gets new space to publish works on Myspace, Facebook, Flickr and the most popular is Blogspot. Space and digital format makes the photographer no longer prints of his work. Photos accessible through screen cameras, cell phones and computers.

Anom represents this generation. Anom was born in 1985. He lectures in the Department of Communication of UPN’s Palace in 2003. Her relationship with photography through the skateboard magazine and began studying the techniques of photography that He get on a Basic Photography course for one semester at UPN and two semesters at the Modern School Of Design. Even though he started photographing when active in skateboarding in Indonesia. Through this community, he knows the world of hardcore music, which he then photographed each more active performances staged by indie music communities in Yogyakarta and other cities. For 9 years, she has thousands of photos weighs more than 150 gigabytes. Of these, it only prints the photo in a photo lab as much as 12 sheets and 15 sheets with desktop printer. In his blog, he uploaded his work more than 1000 photographs.

At the exhibition, his works are displayed in the slideshow that Anom is projected on a screen. This presentation will also play tunes from bands he ever be based on legitimate. This exhibition confirms we are on how to watch the popular photographic work going on at this moment and gives a atmosphere of musical representation.

July, 2013
 - Wok The Rock Against The World
_______

Open Application CUT & RE-MIX. mengundang teman-teman perupa muda untuk ambil bagian dalam pameran ini, sebebas-bebasnya, semederdeka-merdekanya melalui jalur open application sampai tanggal 19 Agustus 2014. Pameran CUT & RE-MIX akan diselenggarakan di Jogja Gallery tanggal 2-9 September 2014. Klik disini untuk melihat syarat dan ketentuannya. 


Friday, 25 July 2014

No Rules Corp at CUT & RE-MIX FKY 26

 
tim panitia pemeran seni rupa FKY 26 - CUT & RE-MIX sedang melakukan persiapan-persiapan dan merespon aplikasi-aplikasi karya yang sudah masuk ke email ketika kami kedatangan Eva dan Sir, dua orang tamu asal Perancis. Mereka adalah dua dari enam orang street artist yang bekerja secara kolektif dengan nama No Rules Corp. Saat bertemu dengan timi panitia di sekretariat FKY 26 mereka menuturkan bahwa kebetulan mereka sedang singgah di Jogja dan melihat publikasi CUT & RE-MIX, lalu menuturkan ketertarikan mereka untuk ambil bagian dalam acara ini. No Rules Corp kemudian ambil bagian dalam pameran ini dengan melamarkan salah satu karya mereka melalui jalur open application. CUT & RE-MIX akan memamerkan 40 karya seniman muda hasil seleksi, open application-nya sendiri sudah dibuka sejak tanggal 23 juli sampai 19 Agustus 2014 (detailnya bisa dilihat di postingan utama/ paling atas di blog ini).
No Rules Corp masih ada di Jogja sampai beberapa hari kedepan, sebelum melenjutkan perjalanan ke Bali. sore ini tanggal 25 juli 2014, mulai membuat karya di No More Gallery di perempatan Jl. Wijilan. Tentang No Rules Corp, teman-teman bisa cari tau di link ini: web - facebook - tumblr - flickr. berikut dibawah ini adalah karya-karya street art lain yang sudah dibuat mereka di Jogja selama meraka disini beberapa hari ini.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa FKY adalah sebuah festival keseneian milik rakyat Yogyakarta yang diadakan setiap tahun, tahun ini di penyelenggaraannya yang ke-26 panitia berupaya untuk lebih memaksimalkan penyeleggaraannya dan lebih melibatkan generasi muda dengan semangat-semangat baru dan ide-ide yang segar dan mampu meretas batas-batas kreatifitas. CUT & RE-MIX mengundang teman-teman perupa muda untuk ambil bagian dalam pameran ini, sebebas-bebasnya, semederdeka-merdekanya melalui jalur open application sampai tanggal 19 Agustus 2014. Pameran CUT & RE-MIX akan diselenggarakan di Jogja Gallery tanggal 2-9 September 2014.

Kami tunggu.. :)